Jahe Lokal Kosong, Pedagang Terpaksa Jual Jahe Thailand di Papua

Categories Berita DaerahPosted on

Kota Jayapura | fjpindonesia.com – Pedagang di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua menjual jahe putih yang didatangkan langsung dari negara Thailand.

“Sudah satu bulan jahe kosong, baik yang dari Surabaya, Makassar, dan jahe lokal Jayapura,” kata Sahril, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Hamadi, kepada KabarPapua.co, Minggu, 20 Januari 2019.

Sahril menjelaskan, jahe asal Thailand sudah tiga hari dijual di Pasar Hamadi, yang didatangkan langsung dari Surabaya.

“Satu Minggu perjalanan dari Surabaya sampai di Jayapura masih segar. Kalau untuk sekarang ini sudah lumayan banyak tapi jahe yang dijual asal Thailand,” ujarnya.

Sahril menjelaskan, sejak stok jahe kosong di Pasar Hamadi, banyak warga yang mencari jahe untuk memenuhi kebutuhan pembeli dan sekarang jahe sudah tersedia.

“Biar yang bonyok tetap laku. Rata-rata semua sudah punya. Waktu kosong hanya dua hingga tiga orang yang jual jahe dari Surabaya, Makassar ada juga dari lokal. Harga jahe waktu kosong Rp60 ribu satu kilogram sekarang sudah Rp55 ribu,” jelasnya.

Penjual bumbu dapur lainnya, Majid mengatakan, peminat jahe baik dari Indonesia maupun Thailand tetap sama, namun bila jahe sedang banyak, pembeli memilih yang besar.

Baca Juga > Sensasi Teh Tarik Khas Malaysia di GH Corner
“Kalau barang banjir orang beli yang besar. Kalau kurang mau besar atau kecil tetap diambil. Jahe Thailand lama susuknya, jahenya bersih, besar, dan padat,” tuturnya.

Menurutnya, jahe asal Indonesia berbeda dengan jahe asal Thailand, yaitu ada pada ukuran dan kebersihan. Berbeda dengan jahe asal Indonesia, yang cepat susuk atau berkuran beratnya.

“Thailand bersih dan besar, lama susuknya, kalau jahe Makassar banyak susuknya dan banyak tanahnya, kalau sudah lima Minggu, banyak susuknya. Yang lokal juga ada, tapi masih muda sudah dipanen sehingga cepat susuk,” ungkapnya. (Ramah/kabarpapua.co)

Komentar