Pameran Tunggal,Aku dan Isi Semesta

Categories Budaya & SastraPosted on

Seniman muda Sumatera Utara kembali unjuk gigi. Kini giliran pelukis Ebenezer Silalahi yang akan menggelar pameran tunggalnya di Medan. Lulusan Seni Rupa Unimed ini akan memamerkan 11 lukisan terbaiknya di Literacy Coffee pada 22 – 26 Desember 2018.

Mengambil tema alam dengan tajuk “ Aku dan Isi Semesta #2”, Ebenezer mengaku mengambil inspirasi dari alam dan kegelisahannya pada perilaku manusia yang merusak bumi. Menurutnya alam tidak membutuhkan manusia, tetapi manusia pasti membutuhkan alam terutama pepohonan. Tidak seharusnya manusia abai dengan pelestarian alam dan lingkungan.

“Menjaga alam adalah menjaga diri kita sendiri,” ujarnya, saat konferensi pers di Literacy Coffee, Jumat (21/12).

Di sela-sela pameran, Literacy Coffee juga menggelar 3 diskusi tematis pada 22, 23, dan 26 Desember 2018. Pada Sabtu, 22 Desember 2018, akan ada diskusi seni rupa bersama seniman Sumut Jhonson Pasaribu dan Franky Pandana, dengan tema “Geliat Seni Rupa Sumut : Sebuah Refleksi”. Diskusi Minggu, 23 Desember 2018, akan menghadirkan aktivis perempuan dan lingkungan Sumiati Surbakti (Yayasan Srikandi Lestari) dan seniman teater sekaligus penulis Aishah Basar, dengan tema “Seni Sebagai Perlawanan”. Sedangkan diskusi pada 26 Desember 2018 sebagai acara penutupan pameran, akan ada Raung Rupa, yakni sharing session para pelukis muda yang saat ini aktif di industri kreatif Sumut, di antaranya Fedricho Purba, Deppi Tarigan, Moses Tarigan, Malun Napuran, dan tentu saja Ebenezer Silalahi.

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan apresiasi seni. Menghadirkan musisi Rani Jambak, Soerkam, Rumah Musik Johor, dan pertunjukan akustik. Hadir pula monolog dan puisi dari Agus Susilo, Jones Gultom, Tedy Wahyudi Pasaribu, dan kawan-kawan. Jhon Fawer, pengelola Literacy Coffee, mengatakan acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Kita berharap acara ini akan membawa spirit baru untuk pergerakan seni rupa di Sumut dan Medan khususnya,” ujarnya. (jp)

Komentar