Waspada Pembalut Berklorin

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) hari ini, Rabu (8/7) merilis merek pembalut yang mengandung zat berbahaya, klorin. Berdasarakan hasil uji lab independen yang dilakukan YLKI, kadar klorin yang terkandung di dalam pembalut yang beredar di pasaran tersebut mencapai 5-10 ppm. Berikut merek pembalut yang disebut YLKI tersebut.

Pembalut :
1. Charm: 54,73 ppm
2. Nina Anion: 39,2 ppm
3. My Lady: 24,44 ppm
4. VClass Ultra: 17,74 ppm
5. Kotex: 8,23 ppm
6. Hers Protex: 7,93 ppm
7. Laurier: 7,77 ppm
8. Softex: 7,3 ppm9. Softness Standard Jumbo Pack: 6,05 ppm

Pantyliner:
1. V Class: 14,68 ppm
2. Pure Style: 10,22 ppm
3. My Lady: 9,76 ppm
4. Kotex Fresh Liners: 9,66 ppm
5. Softness Panty Shields: 9,00 ppm
6. CareFree Superdry: 7,58 ppm
7. Laurier Active Fit: 5,87 ppm

Produsen dari merek tersebut tidak mencantumkan kandungan klorin pada komposisi. Namun hasil pengujian YLKI menunjukkan pembalut dan pantyliner itu mengandung klorin yang biasa digunakan sebagai pemutih. Penulis buku dan praktisi kesehatan, Handrawan Nadesul, mengatakan penggunaan pembalut berpemutih bisa mempengaruhi kesehatan daerah kewanitaan. Ia mengatakan, pembalut wanita bisa menimbulkan berbagai penyakit. Ketika wanita memakai pembalut yang mengandung dioksin, senyawa kimia dalam dioksin itu akan menguap. Dioksin berasal dari klorin atau bahan pemutih. “Zat-zat itu menempel pada lemak-lemak di sekitar area kewanitaan,” katanya.

Hendrawan mengatakan zat-zat yang telanjur menempel pada lemak di sekitar daerah kewanitaan itulah yang menyebabkan wanita rentan terkena kanker serviks. Dioksin dari pembalut tidak hanya akan menempel pada lemak di sekitar daerah kewanitaan, tapi juga kandung kemih dan usus. Ia menegaskan, penggunaan pembalut berklorin berpotensi menyebabkan kanker kandung kemih dan kanker usus. Handrawan menyarankan wanita mengganti pembalut dengan kain, khususnya handuk, yang sudah jelas aman. Tapi ia setuju bahwa daya serap pembalut memang lebih dahsyat.

Lantas, apa kata menteri kesehatan tentang ini? Saat ditemui wartawan dalam sebuah acara, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa kadar klorin yang terkandung di dalam pembalut sudah melewati uji klinis dan terbukti aman. Pihaknya telah secara rutin melakukan uji produk semisal pembalut untuk memastikan manfaatnya tidak tercederai oleh komposisi bahan yang berbahaya bagi konsumen. (jp)

sumber : Tempo.co
foto : vemale.com

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

FJPI Kalsel Salurkan Bantuan Banjir Lagi

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel kembali mendistribusikan bantuan bagi korban banjir di wilayah Kalsel, yang kali ini diserahkan kepada warga Desa Sungai Pinang...

Tantangan Meliput ODHA di Tengah Pandemik Corona

Catatan Fellow Citradaya Nita 2019 (3) Final Terima Kasih PPMN dan Citradaya Nita 2019 Akhirnya, setelah melalui berbagai tantangan, kegiatan fellowship Citradaya Nita dari Perhimpunan Pengembangan...

Get in Touch

461FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts