Mari Turun Tangan Lawan Korupsi

Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa melawan korupsi di lapangan Merdeka, Minggu (11/12).

Sejumlah mahasiswa Medan menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Merdeka Medan, Minggu (11/12) kemarin. Pada aksi tersebut massa memakai topeng bergambar sejumlah narapidana korupsi yang sedang menjalani masa tahanannya. Seperti Ratu Atut dan Andi Malarangeng. Dalam aksi tersebut juga massa membagikan selebaran berisi informasi mengenai laporan KPK atas sejumlah kasus korupsi yang berhasil mereka tuntaskan, dimana pelaku kejahatan korupsi paling banyak dilakukan oleh pajabat daerah, anggota dewan, kepala daerah, dan lurah. Massa mengingatkan agar masyarakat Medan khususnya benar-benar berpartispasi melawan korupsi karena banyaknya pejabat yang dihukum karena korupsi, yakni dua walikota Abdillah dan Rahudman Harahap, serta dua gubernur Sumut yakni Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho.

Menurut sosiolog dan pakar politik Syed Hussein Alatas, tiga fenomena yang tercakup dalam istilah korupsi meliputi penyuapan (bribery), pemerasan (extorsion), dan nepotisme. Benang merah yang menghubungkan tiga fenomena tersebut adalah penempatan kepentingan-kepentingan publik di bawah tujuan privat dengan pelanggaran norma-norma tugas dan kesejahteraan yang dibarengi dengan keserbarahasiaan, pengkhianatan, penipuan, dan pengabaian yang kejam atas setiap konsekuensi yang diderita oleh publik. Peringatan Hari Anti Korupsi sedunia tanggal 9 Desember dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia pada 10 Desember, isu korupsi benar-benar sangat penting menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia. Sebab korupsi merusak sendi-sendi hidup berbangsa dan bernegara. Hingga saat ini terdapat 2 koruptor yang dihukum seumur hidup oleh pengadilan karena kejahatan luar biasa ini, yakni Brigjend Teddy Hernayedi (November 2016) atas korupsi dana alutsista senilai ratusan miliar dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (2014) atas kasus penerimaan suap kasus-kasus sengketa di MK. (jp)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RUU PKS : Semua Peduli, Semua Terlindungi

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2021, setelah sempat gagal dibahas pada Prolegnas 2014-2019 lalu. Sejak diusulkan pada 2012, para pendukung...

Menlu Retno Ajak Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Investing in women is investing in brighter future. Dalam terjemahan bebasnya, artinya "berinvestasilah" pada perempuan untuk masa depan yang cerah. Ini menjadi kalimat penutup...

FJPI dan IDNTimes Gelar #NgobrolSeru Bersama Menlu Retno Marsudi

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia dan IDNTimes kembali menggelar webinar. Kali ini mengambil tema “Perempuan dan Perdamaian Dunia” yang akan menghadirkan Menteri Luar Negeri RI...

Get in Touch

471FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts