PKPA Luncurkan Modul Pembelajaran

Dalam rangka mencegah kasus perdagangan anak untuk tujuan prostitusi dan Eksploitasi Seksual Anak (ESA) yang berkembang cepat di Kota Medan, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), meluncurkan modul Pencegahan Perdagangan Manusia untuk Tujuan Prostitusi berbasis Komunitas Sekolah di Kota Medan, kemarin.

Direktur Eksekutif PKPA, Misran Lubis, mengatakan, modus baru memanfaatkan kerentanan anak telah menimbulkan banyak korban. Menurutnya, dari penelitian Yayasan PKPA tahun 2008 dan 2013, di Kota Medan, dari 22 anak korban perdagangan manusia dan ESA yang diwawancarai menyebutkan, praktik prostitusi anak telah menggurita di kalangan pelajar SLTP dan SLTA.

“Tidak ada perbedaan status sosial dan ekonomi. Korban berasal dari kalangan apapun. Mereka juga tidak sadar telah masuk dalam perangkap bisnis prostitusi,”katanya di sela-sela peluncuran modul pembelajaran pencegahan perdagangan manusia untuk tujuan prostitusi berbasis komunitas sekolah di Hotel Putra Mulia, kemarin.

Masrul Badri, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Medan, dalam sambutannya mengatakan, Dinas Pendidikan sangat menyambut baik adanya modul tersebut. Menurutnya, walaupun sekarang ini mata pelajaran sudah membebani siswa, namun muatan trafiking dan eksploitasi seksual anak sangat penting diintegrasikan dalam semua mata pelajaran di sekolah, sehingga anak-anak sekolah dapat dicegah menjadi korban trafiking dan eksploitasi seksual anak.

“Tantangan sekolah sekarang ini sangat berbeda, kemajuan teknologi menuntut semua pihak, termasuk sekolah untuk secara bersama-sama mencegah anak menjadi korban”, katanya.

Sementara itu, Koordinator project ini, Ratih Ayu Prihatini mengatakan, modul yang disusun oleh Sulaiman Zuhdi Manik dan perwakilan sekolah di Medan yaitu Epistrepo Lawolo, Meutia Nauli, Ati Situmorang tersebut merupakan bagian dari berbagai aktifitas pencegahan yang sudah dilakukan selama 15 bulan di lima sekolah di Kota Medan.

“Guru dan pendidik sebaya dari lima sekolah sudah kita latih untuk menggunakan modul ini dan diharapkan kedepan Dinas Pendidikan Kota Medan dapat mengintegrasikannya kedalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,”ujarnya.

Seorang penulis modul, Sulaiman Zuhdi Manik, berharap modul ini dapat dipergunakan pendidik di tingkat SMP dan SMA sederajat di Kota Medan, pada kegiatan ektrakurikuler maupun integrasi dengan berbagai mata pelajaran.

“Beberapa tahapan penulisan dilalui. Tahap pertama, pertemuan penyusun untuk menyatukan persepsi tentang tiga topik yang akan dibahas yaitu trafiking, prostitusi dan eksploitasi seksual anak. Kedua, pembahasan struktur isi modul. Ketiga, pengumpulan dan penyusunan modul. Keempat, tahap uji coba dan membaca kritis draft modul,”katanya. (E/jp)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RUU PKS : Semua Peduli, Semua Terlindungi

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sudah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2021, setelah sempat gagal dibahas pada Prolegnas 2014-2019 lalu. Sejak diusulkan pada 2012, para pendukung...

Menlu Retno Ajak Perempuan Jadi Agen Perdamaian

Investing in women is investing in brighter future. Dalam terjemahan bebasnya, artinya "berinvestasilah" pada perempuan untuk masa depan yang cerah. Ini menjadi kalimat penutup...

FJPI dan IDNTimes Gelar #NgobrolSeru Bersama Menlu Retno Marsudi

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia dan IDNTimes kembali menggelar webinar. Kali ini mengambil tema “Perempuan dan Perdamaian Dunia” yang akan menghadirkan Menteri Luar Negeri RI...

Get in Touch

472FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts